Tugas Vclass M6 "Mnj.Pemasaran Era Rev.Industri4"

SISTEM KEUANGAN INTERNATIONAL



    





      Keuangan internasional (juga disebut ekonomi moneter internasional atau ekonomi makro internasional) adalah cabang ekonomi keuangan yang mempelajari keterkaitan dua negara atau lebih dari sisi moneter dan ekonomi makro.

Keuangan internasional mempelajari dinamika sistem keuangan global, sistem moneter internasional, neraca pembayaran, nilai tukar, investasi asing langsung, dan hubungannya dengan perdagangan internasional.

Keuangan internasional, kadang disebut keuangan multinasional, menangani manajemen keuangan internasional. Investor dan perusahaan multinasional harus menilai dan mengelola risiko internasional seperti risiko politik dan risiko valuta asing, termasuk keterpaparan transaksi, keterpaparan ekonomi, dan keterpaparan penerjemahan.

Cara Melakukan Transaksi International

  1. Pembayaran dengan surat wesel dagang
  2. Kompensasi Pribadi
  3. Pembayaran Tunai
  4. Pembayaran dengan letterofCredit
  5. Pembayaran Kemudian atau Rekening terbuka (open Account)
  6. Pembayaran dengan Konsinyasi 


NILAI MATA UANG ASING (VALAS)

Valuta asing atau valas merupakan pertukaran atau konversi mata uang suatu negara dengan negara lain. Contohnya, seseorang dapat menukar dolar AS dengan euro. Atau juga rupiah dengan dolar AS. Namun untuk mata uang yang akan ditukar akan memiliki rate tersendiri, misalnya 1 dolar AS akan sama dengan Rp. 14.000, maka seseorang dapat menukar uang dolat AS dengan konversi rate yang sudah ditetapkan.

Alat Tukar dan pembayaran Internasional

    Valuta asing sangat penting dalam perdanganan internasional seperti ekspor dan impor. Valuta  digunakan sebagai alat dalam melakukan tukar menukar barang atau jasa dengan negara lain. Misalnya indonesia ingin mengimpor beras dari tiongkok, maka orang tiongkok tidak mau kita bayar dengan rupiah, mereka pasti mau di bayar dengan dolar. Dengan demikian valasberperan dalam transaksi tersebut. Kemudian apabila pemerintah mempunyai utang dengan negara lain maka, cicilan dan bunganya di bayar menggunakan valuta asing.

Alat Pengendali Kurs

Dengan adanya pasar valas, maka pemerintah juga dapat mengendalikan kurs. Apakah mata uang negara tersebut melemah atau menguat. Contohnya dengan adanya kurs Rupiah ke dolar kita tahu bahwa nilai tukar rupiah semakin naik atau semakin menurun. Sehingga Kurs dalam valas dijadikan patokan untuk mengendalikan nilai mata uang suatu negara.

Alat Memperlancar Perdagangan Internasional

Dengan adanya valuta asing perdangan internasional semakin mudah. Apalagi sekarang, dengan perkembangan teknologi siapa saja dapat melakukan transaksi perdagangan antar negara. Apabila tidak ada valas maka perdagangan internasional dapat terganggu, bahkan tidak bisa melakukan transaksi.


IMPLIKASI BISNIS AKIBAT FLUKTUASI NILAI TUKAR


          Neraca pembayaran internasional merupakan suatu catatan sistematis yang menunjukkan nilai aktivitas ekonomi suatu negara terhadap negara atau pihak asing selama satu periode tertentu. Sampai dengan triwulan IV 2003 neraca pembayaran Indonesia menunjukkan angka surplus sebesar 1.432 juta $ US turun dibandingkan dengan waktu yang sama tahun 2002 sebesar 2.217 juta $ US. Secara total nilai neraca pembayaran tahun 2003 mengalami surplus sebesar 3.654 juta $ US turun dibandingkan tahun 2002 sebesar 5.029 juta $ US (Bank Indonesia : SEKI).  

Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap dollar AS dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kecenderungan stabil, hal ini terutama dipengaruhi oleh besarnya surplus neraca pembayaran yang disebabkan oleh penurunan defisit transaksi modal dan pada sisi lain meningkatnya surplus transaksi berjalan. Penguatan nilai mata uang Rupiah didorong semakin tingginya capital inflows menyusul semakin membaiknya fundamental makroekonomi Indonesia, menguatnya mata uang regional terhadap dollar AS, selisih yang cukup signifikan antara tingkat bunga domestik dan luar negeri serta respon positf terhadap lancarnya pelaksanaan pemilihan umum 2004.

Fluktuasi kurs Rupiah dipengaruhi baik oleh kebijakan moneter maupun kebijakan fiskal. Sejalan dengan pemberlakuan Undang-undang Nomor 23 tahun 1999 tentang Bank Sentral mengenai efektifitas kebijakan moneter pada sistem nilai tukar mengambang otoritas moneter telah mengubah sistem operasi kebijakan moneter dari sistem operasi berdasarkan intermediate targeting yang diterapkan selama penerapan sistem nilai tukar mengambang terkendali menjadi sistem operasi berdasarkan inflation targeting.

Penelitian ini mengkaji pengaruh fluktuasi nilai tukar terhadap output dan harga pada dua periode rezim nilai tukar. Model yang digunakan memisahkan dampak anticipated maupun unanticipated dari pergerakan nilai tukar, dan dari pergeseran pada permintaan maupun penawaran agregat, terhadap output dan harga. Hasil empiris memperlihatkan bahwa perubahan rezim nilai tukar telah mempengaruhi dampak nilai tukar maupun efektifitas kebijakan moneter dan fiskal dalam mempengaruhi output dan harga. Depresiasi nilai tukar memberikan dampak netto yang ekspansif terhadap output.

Hal ini mengindikasikan bahwa perubahan output lebih didominasi oleh sisi permintaan; melalui jalur peningkatan daya saing, daripada sisi penawaran; melalui peningkatan biaya bahan baku impor. Namun demikian, dampak nilai tukar terhadap output dan harga ini masih lebih kecil dibandingkan dampak kebijakan moneter maupun fiskal di tiap periode rezim nilai tukar.



Sumber :

https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://dinus.ac.id/repository/docs/ajar/Sistem_Keu._Int,l__Aulia_Satria.docx&ved=2ahUKEwiXo9Xw0fnsAhUj5nMBHbocCPcQFjARegQIMhAC&usg=AOvVaw3WdDsuDZ6SgEhviLDyBeEQ

https://cpssoft.com/blog/akuntansi/pengertian-valuta-asing-sistem-dan-fungsinya-dalam-bisnis

https://www.bi.go.id/id/publikasi/lain/kertas-kerja/Pages/dampak_fluktuasi_ntukar.aspx

https://binus.ac.id/bandung/2019/05/fluktuasi-nilai-tukar-implikasinya-terhadap-perekonomian-indonesia/

Komentar