Tugas Vclass M12 "Mnj.Pemasaran Era Rev.Industri4"

 

  PROSES PENGAWASAN KINERJA PEMASARAN

 
Belajar Manajemen Proyek

1. PENETAPAN TUJUAN

Menurut Locke, meski Taylor tidak berbicara goal setting, tetapi cara Taylor mendorong karyawan untuk bekerja lebih produktif, yang ditandai dengan menetapkan standard pencapaian kinerja, tidak lain adalah sebuah motivasi berbasis goal setting. Hanya saja, pada waktu itu Taylor menggunakan studi waktu dan gerak (time and motion study) sebagai dasar untuk menetapkan tujuan dan kinerja karyawan.Goal setting theorypada dasarnya merupakan teori motivasi berbasis tujuan. 

Dengan demikian tujuan dengan segala variasinya seperti target dan sasaran merupakan kata kunci untuk memahami goal setting theory. Teori ini menyatakan bahwa tujuan yang spesifik dan sulit, jika bisa diterima dan dipahami karyawan, akan meningkatkan kinerja karyawan ketimbang tujuan yang bersifat umum dan tidak spesifik, mudah dicapai dan tidak ada tujuan. Dalam hal ini peningkatan kinerja yang disebabkan karena tingkat kekhususan dan kesulitan tujuan disebut goal setting effectdampak penetapan tujuan. Sedangkan prosedur penetapan tujuan disebut goal setting techniqueteknik penetapan tujuan.

penetapan tujuan perlu dilakukan secara jelas dan lengkap adalah bahwa kejelasan dan kelengkapan tujuan memudahkan manajemen dalam melakukan komunikasi dalam organisasi termasuk juga menentukan metode yang akan digunakan dalam mengevaluasi standar yang telah ditetapkan. Manajemen akan dengan mudah menjelaskan kepada seluruh pihak dalam organisasi jika tujuan organisasi jelas dirumuskan. Peningkatan penjualan sebesar 50 persen adalah lebih mudah untuk dikomunikasikan apabila dibandingkan dengan "peningkatan penjualan" saja.

 

2. PENGUKURAN KINERJA


Pengkuran kinerja memfokuskan pada perhatian tentang apa yang harusdiselesaikan dan mengarahkan organisasi untuk berkonsentrasi pada waktu,sumber daya dan energi dalam mencapai sasaran. Pengukuran kinerja memberikanumpan balik pada kemajuan sasaran. Jika hasilya berbeda dengan sasaranorganisasi dapat melakukan analisis kesenjangan kinerja dan membuatpenyesuaiannya.

·Pengukuran kinerja akan meningkatkan komunikasi internal diantara stafdan mahasiswa, sebagaimana secara eksternal antara organisasi denganpara pemangku kepentingan. Penekanan dalam pengukuran danpeningkatan kinerja akan menciptakan iklim baru yang mempengaruhisemua pihak dalam memandang organisasi

  • Organisasi perguruan tinggi yang berorientasi pada hasil membutuhkaninformasi yang akurat dalam program dan layanan pendukung baik difakultas, program studi, maupun lembaga dan biro yang berperan sertamemberikan layanan akademik berkualitas. Pengumpulan dan pengolahaninformasi yang akurat tergantung pada keefektifan mengkomunikasikanaktivitas-aktivitas kritis pada pencapaian misi. 
  • Pengkuruan kinerja menunjukkan atau mendemonstrasian akuntabilitasperguruan tinggi kepada masyarakat dan juga pada pemangku kepentingan lain.
  • Pengukuran kinerja dapat menurunkanemosi dan mendorong pemecahanmasalah secara konstruktif. Pengukuran memberikan data konkrit yangmemungkinkan pengambilan keputusan dilaukan dengan baik, tidak hanyaberdasar intuisi saja.
  • Pengukuran kinerja meningkatkan pengaruh suatu hal. Denganpengukuran dapat diidentifikasi wilayah-wilayah yang membutuhkanperhatian dan memungkinkan pengaruh positif pada wilayah tersebut. ·Perbaikan tidak akanmungkin dilakukan tanpa pengukuran kinerja. Jikaorganisasi tidak mengetahui posisi saat ini, maka tidak mungkin dapat ditentukan akan berada di mana, dan akan menjadi seperti apa. Organisasibutuh peta untuk dapat menentukan orientasi ke depan

3. PENGAMBILAN TINDAKAN KOREKSI

Melakukan Tindakan Koreksi Jika Terdapat Masalah, Dari tahap sebelumnya, melalui perbandingan antara Kinerja dengan standar, kita dapat informasi dari proses pengawasan yang kita lakukan bahwa Kinerja berada di atas standar, sama dengan standar, atau di bawah standar. Ketika Kinerja berada di bawah standar berarti perusahaan mendapatkan masalah. Oleh karena itu perusahaan kemudian perlu melakukan pengendalian, yaitu dengan mencari jawaban mengapa masalah tersebut terjadi, yaitu Kinerja berada di bawah standar, lalu kemudian perusahaan melakukan berbagai tindakan untuk mengoreksi masalah tersebut.

Pengendalian ini perlu untuk dilakukan agar perusahaan dapat memastikan bahwa apa yang tengah dilakukan oleh perusahaan benar-benar diarahkan kepada pencapaian tujuan yang telah ditetapkan, di mana indikator pencapaian tujuan di antaranya adalah menyesuaikan capaian perusahaan agar sesuai dengan standar. Ketika misalnya-sebagaimana contoh di atas-ternyata tingkat penjualan di bawah standar, maka perusahaan perlu mencari penyebabnya, apakah misalnya disebabkan karena promosi yang kurang, kurangnya tenaga penjual, bertatnbahnya pesaing, turunnya daya beli masyarakat, atau mungkin penyebab lainnya. Ketika misalnya penjualan kurang diketahui karena promosi yang kurang, barangkali tindakan koreksi yang perlu dilakukan adalah menambah pengeluaran untuk promosi. Ketika penyebab kurangnya tenaga penjual, mungkin tindakan koreksinya adalah merekrut tenaga marketing yang baru. Demikian pula untuk berbagai faktor penyebab lainnya. Pada intinya, manajer atau perusahaan berusaha untuk mencari penyebab ketidakmampuan mencapai

Kinerja sesuai dengan standar untuk kemudian tindakan koreksinya. Berdasarkan uraian dari tahapan proses pengawasan di atas, maka dapat kita pelajari bahwa fungsi pengawasan terkait dengan upaya yang dilakukan oleh perusahaan untuk mengawasi kegiatan perusahaan dan memastikannya agar sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Selain itu pula dapat kita pelajari bahwa fungsi pengawasan juga mencakup kegiatan pengendalian, yaitu ketika perusahaan berusaha untuk mengantisipasi berbagai faktor yang mungkin akan menghambat jalannya kegiatan perusahaan, seperti misalnya melakukan tindakan koreksi terhadap berbagai penyimpangan yang terjadi. Tak heran jika sebagian teoritisi kadangkala mengartikan fungsi controlling ini tidak saja sebagai fungsi pengawasan, tetapi juga fungsi pengendalian.

 

sumber :

http://repository.ut.ac.id/3839/1/EKMA5320-M1.pdf

https://www.coursehero.com/file/p24v0cb/Alasan-ketiga-mengapa-penetapan-tujuan-perlu-dilakukan-secara-jelas-dan-lengkap/

https://core.ac.uk/download/pdf/154347352.pdf

https://www.muvestasi.com/2017/04/pengawasan-dan-pengendalian-dalam.html


 

 

 

 

Komentar