MELATIH KEMAMPUAN PUBLIC SPEAKING
Public speaking adalah suatu bentuk
komunikasi kepada sekelompok orang didepan umum (biasanya dalam bentuk ceramah
atau pidato) yang
bertujuan untuk memberikan informasi, mempengaruhi atau menghibur. Public
Speaking merupakan rumpun keluarga Ilmu Komunikasi dimana mencakup kemampuan
seseorang untuk dapat berbicara di depan publik, kelompok maupun perseorangan
perlu menggunakan strategi, teknik yang tepat. Berdebat, menyampaikan pidato,
memimpin rapat, Me-moderatori atau memandu sebuah acara, memandu sessi
doa, melakukan debat dalam diskusi, memimpin sessi presentasi atau
diskusi, menjadi presenter tv, mengajar dan lain sebagainya. Secara sederhana
public speaking merupakan tata cara melakukan bicara di depan umum, secara runtut
dan terencana, dengan tujuan tertentu.
Public speaking dapat digunakan untuk
berbagai tujuan komunikasi, diantaranya membujuk (persuade), memberikan
informasi (inform), dan bahkan sampai bisa dipergunakan untuk memberikan
hiburan (to entertained).
Dalam public speaking, pendengar (audience)
lebih sering memperhatikan kepada ekspresi dan bahasa tubuh (55%), baru
kemudian tekanan suara atau teknik vocal (38%), dibandingkan dengan apa yang
anda ucapkan atau verbal yang hanya mencapai 7%. Ini menunjukkan pentingnya
bagaimana cara seorang public speaker dalam menyampaikan, meskipun materi yang
akan disampaikan juga sebenarnya tidak kalah pentingnya.
Memang, butuh waktu yang tidak sedikit untuk melatih kemampuan tersebut.
Namun hal tersebut bisa kita lakukan dengan kerja keras, latihan, dan
konsistensi yang tinggi. Untuk mengasah kemampuan public speaking-mu,
kamu bisa menerapkan 5 tips berikut.
1. Berbicaralah di depan cermin
Cara paling ampuh adalah dengan berbicara di depan cermin. Sebelum merambah
ke tingkat yang lebih tinggi, kamu harus melatihnya sendiri terlebih dahulu.
Anggap saja kita tengah berbicara di depan orang banyak. Lakukan hal ini secara
konsisten agar kemampuanmu semakin meningkat dan bicaramu semakin lancar.
2. Ikutilah organisasi baik di
dalam maupun luar sekolah
Cara ampuh kedua adalah dengan cara mengikuti organisasi. Ketika
berorganisasi kamu akan belajar banyak hal, salah satunya public speaking.
Pertama, kamu bisa berbicara di depan anggotamu atau juniormu. Lama-kelamaan,
kamu akan makin terlatih dan lebih berani untuk bicara di depan audiens yang
lebih banyak.
3. Aktiflah menyampaikan pendapat
di kelas
Ketika kamu memiliki pendapat yang bermanfaat, sampaikanlah pada
teman-temanmu di kelas. Misalnya gurumu menyuruh salah satu murid untuk maju
dengan kesadaran sendiri. Kamu bisa memanfaatkan hal ini untuk melatih
kemampuan public speaking dengan mengacungkan tangan.
4. Belajar langsung dari pakarnya
Jika kamu kurang sreg dengan kemampuan public speaking-mu hanya
dengan belajar otodidak, kamu bisa belajar langsung dari pakarnya. Merry Riana
sering mengadakan seminar yang berkaitan dengan public speaking, kamu bisa
mengikutinya dengan baik.
Selain belajar public speaking kamu juga akan mendapat keuntungan
ketika bertemu langsung dengan tutor yang telah mendulang kesuksesan.
5. Ikutilah lomba pidato
Kemampuan public speaking-mu bisa diuji dengan mengikuti lomba
pidato. Hasil dari lomba yang kamu ikuti bisa kamu jadikan evaluasi terhadap
kekurangan dan kelebihan mu.
Tidak perlu takut dan merasa rendah diri. Orang-orang hebat di bidang public
speaking pun pernah menjadi seperti kamu, kok. Yang penting, teruslah
berlatih.
#1. Belajarlah menjadi spontan
dalam berkomunikasi
Dalam komunikasi formal, seperti komunikasi di kantor, rapat dan diskusi
dibutuhkan komunikasi yang spontan. Jangan sekali-kali menghapal teks pidato
yang akan disampaikan.
Kenapa ?
- Gaya bicara kita terlihat kaku
- Tidak ada kedekatan personal dengan Audience yang terjalin
- Meminimalisir kesalhan, misalnya lupa sebuah kata dalam kalimat yang sudah dihapal.
- Bicara kita akan kacau
Semua orang pasti bisa menjadi spontan, tapi ingat bukan hanya sebatas
spontan dan berbicara ngalantur, harus berbicara dengan pola terstruktur dan
menggunakan bahasa yang benar. Karena kembali lagi, tujuan darui komunikasi
adalah maksud atau ide kita tersampaikan.
#2. Buat poin-poin penting dari
materi yang akan disampaikan
Saya pribadi lebih suka menuliskan poin-poin penting yang akan disampaikan,
daripada menghapal atau menuliskan semua naskah kemudian kita membacakannya.
Poin kedua ini masih memiliki hubungan dengan poin pertama. Kita harus
spontan dan menjelaskan setiap poin-poin penting yang sudah kita catat tadi
secara almi. Kenapa saya sebut alami, karena penjelasan tersebut menuntut
pemahaman kita dan menuntut kemampuan kita dalam menyampaikan.
Contoh ;
Poin pertama buat “Introdution”
Poin Kedua : ‘Isi” terdiri dari sub poin-sub poin
Ketiga “Kesimpulan “ Conclution bisa berupa poin demi poin jika lingkup
yang disampaikan luas.
Dengan tidak membaca teks dan hanya menuliskan poin-demi poin, kita akan
menciptakan komunikasi yang baik dengan audience. Tidak monoton.
#3. Wajib melakukan Interaksi
dengan audience
Kembali ketujuan komunikasi, public speaking adalah kemampuan komunikasi di
depan umum. Artinya harus terjadi interaksi 2 arah, jangan hanya komunikasi
satu arah.
Jika dibutuhkan, ajak Audience untuk turut serta maju kedepan, buat
sebuah contoh-contoh kecil sehingga maksud dan tujuan Anda tersampaikan.
Contoh jika ini adalah forum presentasi ;
Ajak pendengar anda untuk menyampaikan poin yang sudah anda jelaskan,
sifatnya menegaskan; misalnya “ Halo, dengan bapa siapa ?, ohh…dengan bapa Edi,
selamat siang bapak edi,, saya ingin tahu pak,,menurut bapak informasi pada
poin kedua ini apa bapak bisa mencontohkan ?”
Berikan Audience kesempatan untuk menanggapi pernyataan kita, ajak Audience
ikut juga berkontribusi dalam komunikasi kita. Sehingga kita akan mendapatkan feedback
dari Audience, dan komunikasi akan lebih hidup.
#4. Sisipkan humor-humor kecil, jangan
hanya membahas hal-hal berat
Dalam komunikasi yang ideal, humor kecil untuk mencairkan suasana akan
sangat dibutuhkan. Menurut motivator ternama dunia Anthony
Robbins, humor berfungsi sebagai pelumas yang dapat membantu penyampaian
informasi menjadi lebih lembut.
Humor juga akan membuat Audience lebih tertarik dan menghilangkan
kebosanan. Dengan humor dan tertawa kecil akan meningkatkan energi Anda
dan Audience.
Tapi perhatikan, pilih humor yang sesuai dengan Audience Anda, pilih
humor yang cerdas dan tanpa menyudutkan orang lain.
Memiliki selera humor yang baik memang membutuhkan spontanitas. Membuat
sebuah humor dan membuat orang lain terhibur lebih sulit dari pada komunikasi
itu sendiri.
Contoh humor-humor sederhana ;
- “miskin itu kondisi hidup, sederhana itu gaya hidup”
- “kenapa anda hadir di forum ini, pasti ingin ketemu dengan Ibu/ bapak di samping tempat duduk Anda bukan?.
- Dll, kondisional sesuai dengan forum.
- Kuasai materi benar-benar, dan lakukan improvisasi
Penguasaan materi akan mempermudah melakukan improvisasi. Penguasaan
materi akan mempermudah anda menyampaikan tujuan. Penguasaan materi akan
memudahkan Audience menyerap apa yang Anda sampaikan.
Nah, manajemen waktu menjadi syarat anda bisa
melakukan improvisasi. Sesuaikan improvisasi dengan durasi waktu
Anda.
Contoh improvisasi ;
Anda bisa membahas sebauh cerita yang menggambarkan hal yang sedang Anda
sampaikan, misalnya Anda sedang mempresentasikan masalah Ekonomi kerakyatan,
maka Anda bisa menjelaskan fakta yang terjadi di masyarakat, misalnya fakta
tentang kemampuan membeli masyarakat di kota Anda.
Waktu yang panjang tentu membutuhkan improvisasi dalam menyampaikan
sebuah informasi, waktu yang panjang membuat anda memiliki banyak kesempatan
memberikan informasi sebanyak-banyaknya kepada audien Anda.
#5. Seperti yang disampaikan pada
poin sebelumnya, perhatikan time management ( Durasi )
Public speaking yang baik tidak akan mengabaikan durasi. Buat poin dengan
pembahasan pada durasi tertentu yang disesuaikan. Atur waktu yang
diberikan kepada Anda dengan baik. Buat sebuah perkiraan time management sebelumnya, sehingga anda lebih mudah
dalam mengatur penyampaian materi dan menyesuaikan deadline.
Misalnya dalam forum diskusi;
5 menit untuk perkenalan diri,
10 menit untuk .menyampaikan “Introdution”
20 menit membahas isi
15 menit untuk sesi tanya jawab,
Dan 10 menit untuk membuat kesimpulan.
#6. Gunakan kekuatan cerita untuk
menyampaikan informasi
Dalam strategi public speaking, cerita pengalaman pribadi yang luar
biasa yang pernah anda alami akan menjadi magnet tersendiri.
Dan ini adalah cara paling ampuh dan efektif untuk mempengaruhi audience.
Mereka akan larut dalam cerita anda, apalagi cerita Anda dibawakan dengan gaya
sangat meyakinkan.
Contohnya ;
Anda menceritakan cerita sebelum Anda memperoleh kesuksesan
Dengan cara ini, pendengar akan semakin mempercayai kredibilitas Anda, dan
akan memudahkan komunikasi.
sumber :


Komentar
Posting Komentar