KONSEP ALIRAN DAN SEJARAH KOPERASI
ÿ
KONSEP ALIRAN KOPERASI
Di dalam suatu koperasi terdapat
berbagai macam aliran koperasi. Aliran koperasi tersebut terbagi menjadi 3
macam yaitu :
Aliran Yardstick
Didalam aliran ini pemerintah tidak
ikut campur tangan dalam kegiatan koperasi.
Ciri-ciri Aliran Yardstick yaitu:
a.
Dijumpai
pada negara-negara yang berideologi kapitalis atau yang menganut perekonomian
Liberal
b.
Koperasi
dapat menjadi kekuatan untuk mengimbangi, menetralisasikan dan mengoreksi
c.
Pemerintah
tidak melakukan campur tangan terhadap jatuh bangunnya koperasi di
tengah-tengah masyarakat. Maju tidaknya koperasi terletak di tangan anggota
koperasi sendiri
d.
Pengaruh
aliran ini sangat kuat, terutama dinegara-negara barat dimana industri
berkembang dg pesat. Spt di AS, Perancis, Swedia, Denmark, Jerman, Belanda dll.
·
Aliran Sosialis
Berbanding terbalik dengan Aliran
Yardstick, di Alirann Sosialis ini pemerintah ikut campur tangan dalam kegiatan
koperasi.
Ciri-ciri Aliran Sosialis :
a.
Koperasi
dipandang sebagai alat yang paling efektif untuk mencapai kesejahteraan
masyarakat, disamping itu menyatukan rakyat lebih mudah melalui organisasi
koperasi.
b.
Pengaruh
aliran ini banyak dijumpai di negara-negara Eropa Timur dan Rusia
·
Aliran Persemakmuran (Commonwealth)
Di
aliran persemakmuran ini, koperasi bersifat kemitraan dengan pemerintah.
Ciri-ciri Aliran Persemakmuran :
a.
Koperasi
sebagai alat yang efisien dan efektif dalam meningkatkan kualitas ekonomi
masyarakat.
b.
Koperasi
sebagai wadah ekonomi rakyat berkedudukan strategis dan memegang peranan utama
dalam struktur perekonomian masyarakat
c.
Hubungan
Pemerintah dengan gerakan koperasi bersifat “Kemitraan (partnership)”, dimana
pemerintah bertanggung jawab dan berupaya agar iklim pertumbuhan koperasi
tercipta dengan baik.
ÿ
SEJARAH
KOPERASI
Sejarah koperasi bermula pada abad ke-20, pada umumnya
merupakan hasil dari usaha yang tidak spontan. Koperasi tumbuh dari kalangan
rakyat, ketika penderitaan dalam lapangan ekonomi dan sosial yang ditimbulkan
oleh sistem kapitalisme semakin memuncak.
I.
1771 – 1858 koperasi berkembang di New
Lanark, Skotlandia dipelopori oleh Robert Owen. Yang menerapkannya pertama kali
pada usaha pemintalan kapas.
II.
1786 – 1865 koperasi berkembang di Brighton,
Inggris di pelopori oleh Wilian King mendirikan toko kopersi.
III.
1896 di London terbentuklah ICA
(International Cooperative Alliance) maka koperasi telah menjadi suatu gerakan
internasional.
Sejarah Perkembangan Koperasi Di Indonesia
Dalam awal perkembangannya koperasi sering kali dipandang
dengan sebelah mata, bahkan tidak jarang menjadi alternatif nomor sekian dari
bentuk badan usaha ekonomi. Namun dengan berjalannya waktu koperasi mampu
menjadi alternatif nomor satu di dalam membantu mengembangkan perekonomian
nasional. Pertumbuhan koperasi di manca negara juga berkembang sangat pesat.
Bahkan banyak negara-negara yang sudah maju berlomba-lomba dalam mengembangkan
koperasi dinegaranya. Dalam penguraiannya sejarah koperasi tidak terlepas dari jenis
koperasi yang berkembang, terutama koperasi konsumsi, koperasi produksi,
koperasi simpan pinjam.
Itulah sebabnya banyak pakar mengatakan “ bahwa Inggris
merupakan tanah air dari koperasi konsumsi, Perancis merupakan tanah air dari
koperasi produksi, dan Jerman adalah tanah air dari koperasi simpan pinjam”.
Sejarah kopersi di Indonesia dapat dibagi menjadi 3 periode yakni :
Koperasi Zaman Kolonial Belanda
Di zaman ini pembentukan koperasi diawali dari hasrat
Raden Aria Wiriaatmaja, Patih Purwokerto (1896) untuk mendirikan Hulp Spaarbank
yang berarti bank simpanan. Pendirian ini tidak terlepas dari peran dari salah
satu pejabat tinggi Belanda yang bernama E. Sieburgh. Namun pada awal
pendiriannya, bank ituhanya ditujukan untuk kaum Priyayi atau Pegawai
Pemerintahan yang digunakan untuk membentengi mereka dari Lintah Darat
(renternir) yang banyak menyulitkan dan meresahkan. Setelah sitem ini dibentuk
dan membuahkan hasil pada akhirnya tujuan pendirian bank simpanan ini semakin
diperlebar agar bisa menyentuh kehidupan rakyat pribumi yang memang tidak
memiliki banyak pembeladalam bidang ekonomi. Sejarah juga mengatakan bahwa
pengembangan bank yang berwatak dasar koperasi ini tidak lepas dari peran
pejabat tinggi Belanda De WolffVan Westerrode yang pada saat itu menggantikan
jabatan dari E. Sieburgh.
Perkembangan koperasi berikutnya yang perlu dicatat
adalah tatkala usaha BudiUtomo ( Organisasi kebangsaan yang sangat disegani di
masanya) dengan mendirikan Koperasi Rumah Tangga pada tahun 1908. Namun karena
kurangnya kesadaran dari pihak yang terkait atau masyarakat maka koperasi ini
tidak bertahanlama. Usaha serupa juga dilakukan oleh Organisasi Serikat Islam
meski konsep Toko Koperasinya juga harus bernasib sama dengan milik Organisai
Budi Utomo.Mesikapi atas keadaan banyaknya pembentukan koperasi yang tidah
bertahan lama. Maka pada tahun 1920 dibentuklah Cooperative Commissie (Komisi
Koperasi) yang diketuai oleh Prof. Dr. J. H. Boeke, yang bertujuan untuk
mempermasyarakatkan program koperasi. Lima tahun sejak peluncuran komisi ini
jumlah koperasi mengalami peningkatan dan berkembang secara pesat.
Koperasi Zaman Penjajahan Jepang
Berbeda dengan masa kolonial Belanda perkembangan
koperasi di zaman Jepang memang jauh dari kata maksimal. Legalitas pendirian
koperasi di masa itu harus datang dari pemerintahan yang diwakili oleh seorang
pejabat dengan pangkat serendah-rendahnya seorang Suchokan atau Residen. Hal
ini membuat koperasi sedikit banyak tidak bisa berkembang karena Jepang
menghapus seluruh peraturan yang selama ini sudah diberlakukan oleh pemerintah
Belanda untuk kehidupan koperasi. Sebagai alternatif maka Jepang mendirikan
Kumiai atau koperasi ala Jepang. Rangsangan ini tersambut baik hingga ke desa
sebab tugas Kumiai adalah sebagai alat penyalur kebutuhan rakyat, namun
kenyataannya malah sebaliknya malah menjadikan Kumiai sebagai penyedot potensi
rakyat. Ini membuat atensi koperasi dikalangan rakyat menurun dan membuat
masa-masa berikutnya sebagai masa sulit bagi koperasi. Di zaman Jepang juga muncul
istilah-istilah lain, yaitu:
·
Shomin Kumiai Chuo Jimusho (Kantor Pusat
Jawatan Koperasi)
·
Shomin Kumiai Syodansyo (Kantor Daerah
Jawatan Koperasi)
·
Jumin
Keizikyoku (Kantor Perekonomian Rakyat)
Semua
itu adalah alat untuk Jepang dalam membentengi koperasi. Bukan sebagai wahana
untuk menghidupkan koperasi.
Perkembangan Koperasi Setelah Kemerdekaan
Perjuangan Kemerdekaan yang dilakukan oleh bangsa
Indonesia berujung pada saat di proklamasikannya Kemerdekaan Indonesia, tanggal
17 Agustus 1945. Kemerdekaan secara politis ini membawa dampak positif di
segala bidang kehidupan bangsa Indonesia, termasuk kehidupan perkoperasiaan.
Bahkan sejak diberlakukannya Undang-Undang Dasar Negara yang dikenal dengan
nama UUD1945 pada tanggal 18 Agustus 1945, maka peranan perkoperasian di
Indonesia sangatlah diutamakan. Keinginan dan semangat untuk berkoperasi yang
semula hancur akibat politik Devide et Impera (Pecah Belah) pada masa kolonial
Belanda dan dilanjutkan oleh sistem “Kumiai” pada zaman penjajahan Jepang,
lambat laun kembali hangat. Hal ini sejalan dengan semangatnya rakyat dan
pemerintah untuk saling bahu-membahu mengatasi permasalahan-permasalahan
disemua sektor kehidupan, termasuk peranan koperasi di sektor ekonomi. Dan
mengenai peranan koperasi ini di tuangkan secara jelas didalam pasal 33 UUD
1945 yang pada dasarnya menetapkan koperasi sebagai soko guru perekonomian
Indonesia. Oleh karena itu, pada bulan Desember 1946 Pemerintah Republik
Indonesia melakukan reorganisasi terhadap Jawatan Koperasi dan Perdagangan.
Jawatan
yang disebut pertama bertugas mengurus dan menangani pembinaan gerakan koperasi
dan jawatan yang terakhir bertugas menangani persoalan perdagangan. Kongres
Koperasi pertama, terlaksana pada tanggal 11-14 Juli 1947 diTasikmalaya, Jawa
Barat. Dan menghasilkan beberapa keputusan antara lain:
Ø Terwujudnya
kesepakatan untuk mendirikan SOKRI (Sentral OrganisasiKoperasi Rakyat
Indonesia)
Ø Ditetapkannya asas koperasi, yaitu: berdasarkan
atas kekeluargaan dangotong royong
Ø Ditetapkannya tanggal 12 Juli sebagai “Hari
Koperasi Indonesia”
Ø Diperluasnya pengertian dan pendidikan tentang
perkoperasian
Dan
setelah berlangsungnya kongres koperasi pertama, perkembngan koperasi
diIndonesia berkembang dengan sangat pesat sampai sekarang. Bahkan
koperasidijadikan sebagai alat untuk membantu dalam perkembangan Perekonomian
diIndonesia.
SUMBER :

Komentar
Posting Komentar